Sekolah di pinggir jalan Desa Sumpinghayu ini napak sepi. maklum sekoilah ini dengan jumlah murid hanya 108 siswa dikelola oleh 4 guru PNS, 4 Guru Wiyata Bhakti dan satu Penjaga Sekolah. Orang tua wali murid kebanyakan bekerja sebagai petani dan sebagaian meratau ke luar kota membuat perhatian kepada anak-anaknya terasa kurang. Apalagi yang diasuh oleh nenek-neneknya sehingga ada ksih sayang berlebihan dan berdampak kepada kurangnya belajar di rumah.
" Itulah yang menurut saya mengapa sekolah ini masih berada di urutan bawah dalam ujian tahun lalu"posisi ini tentu merupakan tantangan bagi kami dalam menaikan rangking. Apalagi guru kelas 6 merupakan guru yang belum tersertifikasi. Meski begitu kami sebagai tenaga pendidik tidak tinggal diam. Menambah jam Pelajaran masuk lebih awal yak pukul 06.30 dan pulah pukul 14.00 bagi kelas 6 ini merupakan upaya untuk mempertajam penguasaan mata pelajaran yang akan di UN kan.
Sarpras.
Program sekolah ini khususnya dalam sarpras, Kepala Sekolah bertutur, ia tengah memprogramkan pembangunan rehab 3 ruang kelas dan perbaikanperehaban 5 toilet sehungga memadai dengan jumalah siswa yang ada. karena kondisi 3 lokal ruang kelas saat ini rusak berat. Juga respon masyarakat/ wali murid juga cukup baik.
Prestasi.
Meski sekolah ini di kampung namun dalam pembelajaran Non Akademik khususnya olahraga cukup membanggakan. Untuk Popda Seni cabang atleltik, sekolah ini masuk tim Kabupaten menjadi juara ke 2 di tingkat kabupaten.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar